Saat memikirkan tentang ini saya bingung pada diri saya
sendri dan bertanya” Mengapa saya selalu melaporkan/menuliskan apa yang saya rasakan
di media sosial?” toh… Tuhan kan selalu ada untuk saya dalam keadaan apapun.
Mengapa saya harus memberitahu ke publik mengenai apa yang saya rasakan? Apa
gunanya semua orang tahu mengenai apa yang saya rasakan?
Mengupdate status yang membuat orang marah atau
tersinggung. Apakah harus jika saya
sedang marah, sedih dan senang mesti dilaporkan ke publik? Kenapa saya tidak
mencoba untuk menuliskan di buku saya? Mengapa saya tidak menceritakan kepada
Tuhan dalam sebuah doa? Memberitahu kepada publik apapun yang saya rasakan.
Saya akan (harus) mencoba untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.
Saya rasa saya
banyak membuang waktu saya yang sangat berharga dengan membaca status
orang-orang. Saya rasa selain melakukan hal itu masih banyak kegiatan yang
lebih positif yang bisa saya lakukan. Mulai sekarang “ apapun yang saya rasakan
sebaiknya saya tuliskan dan ceritan kepada Tuhan. Saya rasa tidak ada gunanya
semua orang tahu. Lebih baik menceritakan semuanya kepada Tuhan melalui doa.
Ingat, Yesus tak jauh dari kita. Yesus hanya sejauh doa.
Tuhan angkatlah
diriku tolong aku anakmu. Telong aku untuk melepaskan hasrat kedagingan hatiku.
Malu akan dosaku saat ku menghadapmu Tuhan. Belenggu ini sangat menyakitkan
langkahku. Ampuni saya Tuhan.
Penulis:Putra Mapiha
0 komentar:
Posting Komentar