Menjaga kata-kata yang keluar dari mulut memang susah.
Walaupun di saat marah, sepertinya kau benar-benar harus mengontor kata-katamu.
Karena, kau mungkin tidak sadar dengan apa yang kau katakan. Tapi, mungkin
kata-katamu telah melukai hati mereka.
Dalam hal ini kau benar-benar dituntut
untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan benar-benar sabar walaupun
dalam keadaan marah. Tidak semua orang mampuh menjaga kata-katanya dalam
keadaan emosi seperti itu. Saya tahu akan hal tersebut namun, di saat seperti
ini, kau benar-benar diajarkan untuk
menjadi pribadi yang sabar dalam menghadapi problem apapun.
Dan bagaimaina jika dalam keadaan marah tersebut kau mengeluarkan
kata-kata yang membuat hati mereka
tersakiti. Kau berpikir untuk meminta maaf, namun dilain pihak kau juga
berpikir bawah mereka juga salah. Kenapa mereka membuat saya marah. Kau
berharap mereka juga mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf juga kepadamu. Namun, disaat seperti inilah kau benar-benar
diuji untuk mengampuni dan meminta maaf kepada mereka. Berusaha untuk melupakan
dan mengampuni kesalahan mereka. Lalu, kau meminta maaf kepada mereka
seolah-olah kaulah yang paling pantas untuk disalahkan.
Saya tahu itu mungkin sangat sulit namun, seperti itulah yang
diajarkan oleh Yesus. Mengampuni dan mengasihi tiada pamrih. Mari, rendahkan hati kita untuk meminta maaf.
Dan, cobalah untuk menjaga kata-katamu. Apapun suasana hatimu. Mau senang,
sedih, ataupun dalam keadaan marah. Agar tidak ada yang tersakiti oleh
kata-katamu.
Penulis:Putra Mapiha
0 komentar:
Posting Komentar