Silam tangisku
memecah sunyi bumi pertiwi
Jadi hingar diantara bingar terdengar
Seperti menjamu tamu anak negeri
Dielu…dipuja…penuh selaksa harap
Jadi hingar diantara bingar terdengar
Seperti menjamu tamu anak negeri
Dielu…dipuja…penuh selaksa harap
Aku masih diam meski
jiwa merayu
Masih menggeleng tatkala kawan menyeru
Turun ke jalan…
Satu…dua
Masih menggeleng tatkala kawan menyeru
Turun ke jalan…
Satu…dua
sahabat masih setia
padamu
Yang lain sudah digerogoti kebebasan tak terbatas
Yang lain sudah digerogoti kebebasan tak terbatas
Lantang…tegap…katanya
bela engkau
Bakar mimpi-mimpi busuk yang terlanjur merasuk
Bakar mimpi-mimpi busuk yang terlanjur merasuk
Rasanya tak usah
tangisi langit negeri
Tak perlu jua menantang mendung bergemuruh
Karena sudah ada angin yang menghalau
Pelangi terkembang memanjang, usai itu…
Tak perlu jua menantang mendung bergemuruh
Karena sudah ada angin yang menghalau
Pelangi terkembang memanjang, usai itu…
Bangun saja dari
tidur panjang dengan segepok pintalan mimpi
Malu menelusup karena bangsa ini tak pernah terlelap
Selalu terjaga untuk menjaga
Menguntai bhineka menjadi satu asa
Mematri cinta yang terlanjur dirasa
Jauh dalam jiwa ragawi…tak terbalas…
Malu menelusup karena bangsa ini tak pernah terlelap
Selalu terjaga untuk menjaga
Menguntai bhineka menjadi satu asa
Mematri cinta yang terlanjur dirasa
Jauh dalam jiwa ragawi…tak terbalas…
0 komentar:
Posting Komentar