kelam abu
menerpa semestaku
raut senja tak elakkan
menerpa semestaku
raut senja tak elakkan
senyap membisu
ketika pertiwiku tidur
nyanyian tangis mengiringi
do’a pilu terlontar
ahh ………
kandung jiwa telahir darah
kandung raga terlahir noda
bunda, jangan kau pergi
bangunlah bersama sajak harapku
bangkitlah bersama rinduku
nafasku, rohku untukmu
pangkulah aku
tuk indahnya pertiwiku

0 komentar:
Posting Komentar