Abaimaida Tempo :
Home » » WAJAH KABUPATEN DOGIYAI SUDAH RUSAK

WAJAH KABUPATEN DOGIYAI SUDAH RUSAK

Melatih Menulis Berita.Com Lagi-lagi, wajah Kabupaten Dogiyai dinilai dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan baik dalam pembangunan infrastruktur di kota maupun di daerah pedesaan dan juga pembangunan finansial disegala bidang yang ada.

Banyak masyarkat setempat menilai, rusaknya wajah Kabupaten Dogiyai dikarenakan pemimpin daerah tidak konsisten dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Hal ini mendapat tanggapan serius dari Rudi Dogomo , seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu disalah satu kampus Kota Makassar, melalui via seluler, dari Dogiyai (15/5), pagi ini.
 Menurut dia, sebagai masyarakat Dogiyai, bukan hanya dia tapi sudah lebih dari 80% masyarakat yang ada di Kota dogpyai terus merasa kesal, kecewa, dan jengkel terhadap pemimpin daerah dalam hal ini bupati terkait yang terlihat acuh tak acuh alias malas tahu dengan kondisi wajah Dogiyai yang semakin tidak membaik.
"Saya yang dari kecil sampai besar di kota Dogiyai ini, jujur sangat kaget ketika melihat kota yang pernah dijuluki kota emas itu kini telah menjadi kota yang tandus. Sehingga banyak pertanyaan yang muncul dalam hati saya, saat tiba dari pulau jawa. Sebenarnya apa gerangan yang membuat kota yang saya cintai ini terus merosot rusak?", tanya Rudi bingung.
"Sudah tiga tahun, lanjut dia,  tidak ada yang berubah, bangunan-bangunan dan jalan-jalan raya semakin membusuk saja".
Ia mencontohkan, "sebut saja misalnya Pasar Kamuu, Pasar Mapiha sudah tidak terawat dengan baik begitupun ditempat umum yang lain", paparnya.
Masih dari rudii, "kemudian pencemaran udara juga sudah tidak enak lagi untuk dicium, karena sampah berceceran sembarang dan menumpuk seperti bukit emaiyeida", kata dia.
Terlepas dari Rudi, dihari yang sama ini, tepat pukul 09.00, melalui via seluler, ibu mama-mama mapiha yang berusia 46 tahun berpendapat sama ketika ditanya mengenai kinerja Pemerintah Daerah Dogiya.


"Mama pikir untuk apa mama jelaskan lagi, semua orang pasti sudah dan telah merasakan sendiri kok. Apalagi orang dogiyai yang sudah lama seperti mama pasti tahu betul", kata mama yang berstatus janda ini.
Namun ketika diminta tanggapannya mengenai wajah Dogiyai sekarang, mama Mama-mama mapiha menilai kondisi dan keadaan kota sudah tidak terawat lagi. Lalu mama juga bilang pemimpin daerah tidak relevan terhadap tanggung jawab yang diberi secara mutlak oleh Tuhan, Alam dan masyarakat setempat.


"Kalau menyangkut pembangunan dan lain-lainnya mama pikir memang pemda yang ada sekarang ini semua macam orang yang tidak sekolah. Renovasi tempat umum seperti pasar kamu dan mapiha memang biasa dibuat tapi sayangnya yang pake semua itu orang pendatang sedangkan mama-mama asli papua tidak pake, mereka berjualan diatas tanah", jelas mama.
"Mama marah sekali ke pemda, lanjut mama, ini harus dibuat PERDA biar mama-mama asli papua juga dilayani seperti yang pemda lakukan ke orang pendatang dorang", kata mama dengan nada suara sedikit kecewa campur emosi.
Kemudian mama-mama mapiha menilai juga, "sebenarnya semua bisa demikian karena kepala yang salah. Kalau mama mau bilang, anak Tomas Tigi  harus sadar cepat. Jangan tahunya memperkaya diri, soalnya Kabupaten Dogiyai ini bukan untuk keluarga anak Tomas yang punya", jelas mama.

Masih dari mama-mama mapiha "sudah menjelang tiga tahun dan sekarang mau masuk empat tahun, kapan lagi anak Tomas Tigi mau bekerja dan tunjukkan kepada masyarakat sebagai seorang pemimpin yang baik kalau selalu begini-begini terus", harap mama.


"Mama pikir,  ini peluang dan kesempatan baik buat anak Tomas Tigi  sebenarnya untuk mencari nama baik kepada publik, supaya masa depannya juga semakin terbuka", pesan mama sambil menutup pembicaraan.

Penulis:Putra Mapiha

Bagikan artikel ini :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Website | Pembuat | Abaimaida Sentreal
Copyright © 2017. Wuduwou City - Media Sosial
Share Abaimaida News Online Lintas
Proudly powered by Siaran Abaimaida